{"id":282,"date":"2026-01-02T01:28:09","date_gmt":"2026-01-02T01:28:09","guid":{"rendered":"https:\/\/rumahsaraung.com\/?p=282"},"modified":"2026-01-02T03:05:22","modified_gmt":"2026-01-02T03:05:22","slug":"menuliskan-yang-lisan-sehimpun-esai-lokalitas-di-pangkep-sulawesi-selatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rumahsaraung.com\/index.php\/2026\/01\/02\/menuliskan-yang-lisan-sehimpun-esai-lokalitas-di-pangkep-sulawesi-selatan\/","title":{"rendered":"Menuliskan yang Lisan: Sehimpun Esai Lokalitas di Pangkep, Sulawesi Selatan"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-small-font-size\">Mengajak diri dan masyarakat sekitar lebih memperhatikan budaya, haruslah dimulai dari penerapan berbahasa daerah sebagai unsur lokalitas dan identitas. Karena itu menarik menyimak kenyataan pada masa kekinian bahwa telah banyak penutur bahasa daerah yang kehilangan kata, dan tentu ini menjadi tangan tersendiri bagi dunia pendidikan dan lingkungan keluarga. Selain bahasa, mari meneladani\u00a0<em>pappaseng<\/em>, kearifan lokal yang telah lama tereduksi dalam pergaulan kaum muda. Pesan jangan melupakan bahasa daerah dan\u00a0<em>pappaseng<\/em>\u00a0adalah bagian narasi yang ingin diingatkan juga dalam buku ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-small-font-size\">Buku ini menyajikan mozaik pengetahuan yang elegan, menjadi jalan untuk memahami konten budaya yang dikemas secara apik dan informatif. Buku ini bukan sekadar arsip. Buku ini adalah peta jalan identitas dan pengenalan ulang karakter budaya lokal. Melalui kisah dan narasi yang terangkum dalam halaman-halaman buku ini, menjadi cermin untuk dapat melihat wajah kebudayaan daerah sendiri yang kini terpantul dalam format yang kredibel dan terstruktur. Penulisan buku ini adalah investasi budaya yang harus terus dilakukan dan ditingkatkan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-small-font-size\">Buku ini, pada intinya, adalah sebuah jembatan literasi budaya. Mari membacanya dan memposisikannya sebagai&nbsp;<em>lontaraq<\/em>&nbsp;modern. Pahami narasi yang disajikan, kritisi dengan bijak, dan yang paling utama, hidupkan kembali penulisan konten budaya lokal\u2014sebagai&nbsp;<em>palontaraq<\/em>&nbsp;yang telah lama menjadi talenta dan keahlian orang Pangkep. Jika kita tidak bangga pada&nbsp;<em>palontaraq (passureq\u2019<\/em>&nbsp;di era modern), maka siapa lagi? Jika kita tidak menuliskan&nbsp;<em>patturioloang<\/em>&nbsp;kita sendiri, maka siapa yang akan melakukannya? Dan, jika kita tidak melestarikan&nbsp;<em>siri\u2019<\/em>&nbsp;kebudayaan kita sendiri, maka&nbsp;<em>siri\u2019<\/em>&nbsp;kita lama-lama akan runtuh dan tinggal cerita.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mengajak diri dan masyarakat sekitar lebih memperhatikan budaya, haruslah dimulai dari penerapan berbahasa daerah sebagai unsur lokalitas dan identitas. Karena itu menarik menyimak kenyataan pada masa kekinian bahwa telah banyak penutur bahasa daerah yang kehilangan kata, dan tentu ini menjadi tangan tersendiri bagi dunia pendidikan dan lingkungan keluarga. Selain bahasa, mari meneladani\u00a0pappaseng, kearifan lokal yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":283,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[56,94,54],"class_list":["post-282","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-katalog","tag-buku-pangkep","tag-dispersip","tag-penulis-pangkep"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rumahsaraung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/282","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/rumahsaraung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rumahsaraung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahsaraung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahsaraung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=282"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/rumahsaraung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/282\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":285,"href":"https:\/\/rumahsaraung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/282\/revisions\/285"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahsaraung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/283"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rumahsaraung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=282"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahsaraung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=282"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahsaraung.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=282"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}