Kenali Pangkepmu, Beberapa Hal yang Perlu Diketahui

Buku ini berisi naskah yang pernah dimuat di Saraung.Com. Muatan buku dibagi tiga tema: Kampung Kita, Komunitas, dan Paragraf sesuai nama rubrik naskah itu dimuat. Tidak semua naskah di Paragraf dan Komunitas dirangkum karena sejumlah pertimbangan. Demikian juga di Kampung Kita.

Ketika di posting di website ada beberapa naskah yang ditautkan ke rubrik yang lain. Hal itu menunjukkan bila naskah tersebut tidak murni masuk ke dalam rubrik Komunitas, misalnya, tetapi memiliki kaitan dengan rubrik ParagrafKampung Kita atau di rubrik yang lain.

Naskah yang terangkum di Warta Foto, Sastra, Pustaka, dan Sosok tidak dimasukkan dalam buku ini. Pertimbangannya, kalau Warta Foto narasinya pendek dan tidak laik jika fotonya tidak ikut dimuat. Naskah Pustaka dianggap kurang sebagaimana naskah Sosok. Sedangkan naskah Sastra, kami berencana menerbitkannya terpisah jika sudah memenuhi syarat.

Tagline Saraung.Com: Kenali Pangkepmu dipilih sebagai judul buku dengan keterangan: Beberapa Hal yang Perlu Diketahui karena terdapat sejumlah hal yang belum diketahui oleh warga Pangkep sendiri. Penetapan judul itu dianggap mewakili semangat kami berempat, di balik redaksi Saraung.Com yang jarang berjumpa. Kalaupun berjumpa, kami tidak pernah membicarakan program secara serius seolah kami tidak saling mengenal.

Endorsement

Kita tumbuh menjadi manusia gagal paham akan identitasnya. Kegagalan itu dipicu banyak hal, lalu diperparah krisis produksi literasi berkait dengan identitas kita. Hingga kita tak mampu menemukan cara efektif mewariskan identitas itu kepada generasi di masa mendatang.

Buku ini merupakan sebuah ikhtiar besar yang diproduksi sekelompok kecil anak muda di Pangkep untuk mengingatkan kita tentang Pangkep sebagai salah satu ruang mini yang cukup urgen sebagai kekuatan kebudayaan negeri. Di dalamnya, kita diingatkan tentang kuliner khas Pangkep, hingga praktik produktif sekelompok anak mudanya. Dengan demikian, Pangkep bukanlah kamar kerdil tanpa ornamen. Di dalamnya ada imaji. Buku ini hendak mempertegas itu.

Buku ini menggedor ingatan kita yang kini lupa Pangkep. Dan, lewat buku ini pula, Pangkep sebagai bagian kecil dari dunia dan Indonesia diperkenalkan ke khalayak. Dengan kata lain, mengenal dunia, mengenal Indonesia, harus pula bertaâaruf dengan Pangkep.

Abd. Karim – Direktur Eksekutif Lembaga Pendidikan Anak Rakyat, Sulawesi Selatan (LAPAR-SULSEL)

Pos dibuat 23

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas