Menapis Kisah Sehaluan dari Pesisir dan Kepulauan

Penyebutan pelabuhan dan dermaga di sini untuk memperjelas pemahaman mengenai kelaziman warga mengidentifikasi jalur pelintasan laut. Identifikasi dermaga dicirikan dengan bangunan berbahan kayu yang menjorok ke laut yang menjadi tempat bagi perahu untuk bersandar. Sedangkan pelabuhan dimaknai sebagai kawasan yang luas, satu kesatuan ruang yang memungkinkan ada banyak jalingan aktivitas, baik itu berupa bongkar muat barang atau lalu lintas pelintasan manusia sebagai penumpang.

Buku ini lahir dari program Penelitian dan Penulisan: Meneroka Budaya Maritim di Pangkep Melalui Narasi Pelabuhan Rakyat yang didukung Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX melalui Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan tahun 2023.

Persinggungan peneliti dengan narasumber yang dijumpai menunjukkan adanya proses berbagi pengalaman bahari yang dituturkan melalui cerita yang saling berjejalin. Tuturan kisah yang jarang kita dengarkan sejauh ini sekaitan wacana poros maritim. Mereka, para narasumber yang dijumpai itu, adalah pelaku ekonomi maritim yang mengisi ceruk terdalam dari jaringan ekosistem yang lebih besar.

Begitu juga dengan nelayan pesisir, petani rumput laut, ojek sungai, punggawapabilolang, pebentor, pagandeng sekaitan orang-orang dengan ragam penyebutan untuk mengidentifikasi peran mereka yang memberi sumbangan pada satu unsur ekosistem maritim di Pangkep.

Pos dibuat 23

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas