Mengetuk Pintu Demokrasi Melalui Cerpen dan Puisi

“Hari ini saat kau membaca buku ini, keadaannya mungkin sedang pagi, siang, senja, atau malam. Tetapi, ketahuilah, cerita ini ini dimulai di waktu pagi,”

Salah satu kutipan cerpen di atas mengabarkan kelindan peristiwa dan uji coba imajinasi yang dituliskan para pelajar sekolah menengah atas (SMA) yang mengukuti sayembara penulisan cerpen dan puisi kategori pemilih pemula di Pangkep pada 2019.

Buku ini merupakan kurasi naskah dari lomba menulis cerpen dan puisi bagi pemilih pemula yang digelar oleh Lentera Management dan KPU Pangkep tahun 2019. Terdapat sepuluh cerpen dan lima puluh puisi yang masuk sepuluh besar penjurian.

Sebagian besar muatan cerpen dan puisi memang tidak lepas dari isu poltik uang yang dijadikan asumsi betapa rusaknya proses demokrasi. Di area itulah para peserta bertarung kreativitas dan keunikan sudut pandang dalam bersaksi.

Pos dibuat 23

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas