Raja dan Burung Emas

Proses pengumpulan bahan naskah dongeng ini telah dilakukan sejak 2013 hingga 2016. Munjiyah Dirga Ghazali menempuh perjalanan ulang alik di tiga tipologi wilayah Pangkep, mulai dari daratan, pegunungan, hingga ke wilayah kepulauan.

Selain bentuk tugas kuliah yang pernah dijalani penulis di Jurusan Sastra Daerah, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin di tahun 2011, penulisan dongeng ini juga sebagai upaya pemenuhan bahan ajar dan referensi bagi guru kebudayaan, kesenian, dan kesusastraan, khususnya di Pangkep.

Penulisan dongeng disajikan dengan tiga varian bahasa, ada berbahasa Indonesia, bahasa daerah dengan alfabet latin, dan aksara lontara. Hal tersebut merupakan upaya yang coba disajikan penulis guna memberikan kesan berbeda dalam membaca dongeng.

Pos dibuat 23

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas