Kita tumbuh menjadi manusia gagal paham akan identitasnya. Kegagalan itu dipicu banyak hal, lalu diperparah krisis produksi literasi berkait dengan identitas kita. Hingga kita tak mampu menemukan cara efektif mewariskan identitas itu kepada generasi di masa mendatang.
Buku ini merupakan sebuah ikhtiar besar yang diproduksi sekelompok kecil anak muda di Pangkep untuk mengingatkan kita tentang Pangkep sebagai salah satu ruang mini yang cukup urgen sebagai kekuatan kebudayaan negeri. Di dalamnya, kita diingatkan tentang kuliner khas Pangkep, hingga praktik produktif sekelompok anak mudanya. Dengan demikian, Pangkep bukanlah kamar kerdil tanpa ornamen. Di dalamnya ada imaji. Buku ini hendak mempertegas itu.
Buku ini menggedor ingatan kita yang kini lupa Pangkep. Dan, lewat buku ini pula, Pangkep sebagai bagian kecil dari dunia dan Indonesia diperkenalkan ke khalayak. Dengan kata lain, mengenal dunia, mengenal Indonesia, harus pula bertaaruf dengan Pangkep.
Abd Karim
Direktur Eksekutif Lembaga Pendidikan Anak Rakyat, Sulawesi Selatan (LAPAR-SULSEL). 2007-2017.



